Gerakan Menghafal Qur’an Jam Enam Di MTsN Enam

Sleman (MTsN 6 Sleman) – Saat mentari belum bersinar sepenuhnya, siswa siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Sleman sudah bersiap siap untuk menuju Madrasah, karena tepat pukul 06.00 WIB dimulailah kegiatan Tahfidfz Takhasus 6, yaitu kegiatan menghafal Qur’an yang diikuti oleh siswa siswi kelas 7 dan 8 berjumlah 320 yang dilaksanakan pada jam 06.00 – 07.15 WIB.

Pentingnya mendekatkan Siswa pada Al Qur’an perlu dilakukan sejak dini. Membiasakan membaca Al Qur’an memahami isinya sangat penting bagi setiap muslim, namun membaca dengan benar juga menghafalkanya juga tidak kalah pentingnya. Hal tersebut disampaikan  Kepala MTsN 6 Sleman Drs. Abdul Hadi, S.Pd. M.Pd.I. saat launching Tahfidz Takhasus 6 yang juga dihadiri Kakanwil Kemenag DIY Drs. H. Muhammad Lutfi Mahid, M.Ag.

Target kegiatan yang sudah dimulai 1 November 2017 dan telah dilaunching tersebut  adalah siswa per hari dapat menghafal sepertiga halaman dan tiga hari menghafal satu halaman sehingga setelah 1 semester bisa menghafal 6 Juz pada program reguler dan 12 Juz pada program Inklusif. Sedangkan pengampu dari kegiatan ini adalah 7 ustad dari MTsN 6 Sleman dibantu 8 ustad dari luar dengan metode klasikal. Pelaksaan tahfidz ini tidak di masjid dan di kelas, namun diadakan di teras kelas, di taman sehingga ada nuansa yang berbeda dengan membebaskan pengampu menyampaikan dengan metode yang paling mudah siswa menghafal Qur’an.

Menurut Abdul Hadi yang merupakan pencetus Tahfidz Takhasus 6 “suasana pagi di MTsN 6 Sleman ketika sudah jam 06.00 disegala penjuru dan sudut Madrasah terdengar alunan siswa yang membaca Al Qur’an, akan dirasakan suasana yang menggetarkan hati” ungkap pak Hadi yang setiap pagi masih menghidupkan lampu mobil ketika berangkat ke MTsN 6 Sleman.

Pada kesempatan yang sama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA. mengungkapkan “ Kegiatan ini bagus sekali, pembiasaan siswa untuk membaca Al Qur’an dikala daya ingat masih kuat akan sangat membatu Karena bila sudah ditanamkan sejak kecil, maka akan dapat menjadi kebiasaan hingga anak beranjak dewasa dan seterusnya”. (pur)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *