Penilaian Penyuluh Teladan : Budaya Lokal Sebagai Sarana Da’wah Di Sleman

Sleman – Untuk memacu dan memicu prestasi ASN lebih baik yang itu tentunya akan dapat meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan kepada masyarakat Kementerian Agama melalui Kanwil Kemenag DIY melaksanakan berbagai penilaian terhadap inovasi dalam sebuah lomba.

Senin (30/7) kegiatan penilaian Penyuluh Agama Islam Teladan tingkat propinsi DIY terlaksana oleh tim penilai dari Kanwil Kemenag DIY di Kabupaten Sleman.

Menurut Kasi Bimas Islam Kemenag Sleman Abdu Naim S.Ag,  untuk Tahun 2018 ini Sleman menugaskan penyuluh atas nama Haris Bahalwan, S.Ag. (PAIF Godean) dan Muftikhul Umam, S.Ag. (penyuluh Non PNS Depok) mengikuti lomba Penyuluh Teladan 2018 tingkat Provinsi DIY.

Tim penilai yang berjumlah 5 orang dipimpin Kepala Bidang Penais Zawa Drs. H. Muklas, MSi. Pada jadwal pertama menilai perwakilan dari KUA Kecamatan Godean bertempat di Mushola MTsN 5 Sleman. Haris Bahalwan yang mewakili PAIF menyampaikan program unggulan ” penyuluhan penanggulangan faham menyimpang/radikalisme” pada binaan siswa MTsN 5 Sleman dengan mengangkat budaya lokal Sungkeman dan membuat kupat janur yang terlaksana pada bulan Ramadhan 2018.

Jadwal ke dua tim penilai pindah ke Kecamatan Depok untuk menilai Muftikhul Umam yang mempresentasikan kegiatanya yaitu “kirab budaya sebagai salah satu output penyuluhan kerukunan antar umat beragama di ngemplak sapen” yang di daerah itu merupakan daerah berkumpulnya pendatang baik mahasiswa, pekerja dari berbagai wilayah dengan budaya dan agama yang beraneka ragam.

Dari kesan dan kesan dari tim penilai menyatakan kegiatan dari sangat bagus dan inovatif, semua menggunakan pendekatan budaya yang adiluhur yang saat ini juga sudah mulai luntur dan dibangkitkan lagi untuk dijadikan sarana da’wah.(rmd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *