85 Mushaf Al Qur’an Pagi Ini Tersusun Di Sleman

Kemenag Sleman (Humas) – Ribuan siswa madrasah, sekolah umum dan santri pondok pesantren pagi ini (19/10) berkumpul di Masjid Agung Sleman Dr. Wahidin Sudiro Husodo Komplek Pemda Sleman, untuk mengikuti gerakan Literasi Penulisan Al Qur’an Dengan Metode Follow The Line. Gerakan ini diprakarsai oleh Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Kegiatan ini bagian dari agenda peringatan Hari Santri Nasional 2018 di Kabupaten Sleman yang bersinergi dengan Pemda Sleman.

Dalam laporanya selaku ketua penyelenggara kegiatan ini H. Sa’ban Nuroni, MA (Kakankemenag Sleman) menyampaikan gerakan literasi ini diikuti oleh 1440 yang dihadirkan di Masjid Agung dan 18.560 peserta lainya melaksanakan di Madrasah dan Pondok pesantren masing-masing. Sedangkan peserta terdiri dari siswa Madrasah se Kabupaten Sleman, Rohis Pelajar Sekolah umum dan santri pondok pesantren di Sleman. “saat ini yang sering dilakukan adalah membaca Qur’an saja, dengan gerakan literasi ini diharapkan akan membiasakan generasi kita juga menulisnya, yang itu akan secara otomatis juga membacanya” jelas pak Sa’ban. harapan lain dari kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa cinta generasi bangsa pada Al Qur’an, mendalami, mengamalkanya dan semoga dengan kegiatan ini bisa membawa keberkahan bagi Kabupaten Sleman, pak Sa’ban menambahkan.

berfoto bersama di depan santri sesaat setelah pembukaan

Kegiatan yang direncanakan bisa meyatukan halaman per halaman yang ditulis 20.000 peserta dengan metode  Follow The Line dalam 85 Mushaf ini di buka oleh Bupati Sleman. Pada sambutanya yang dibacakan Wakil Bupati Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes. Bupati menyambut baik kegiatan ini “dengan kegiatan literasi ini tidak hanya membaca dan menulis namun lebih dari itu, setiap peserta diharapkan mampu memahami dan mengenali Al qur’an sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan kesehariaan”. secara pribadi Wakil Bupati Sleman sangat terharu dan bahagia menghadiri melihat kegiatan ini “kami sangat terbantu dengan kegiatan ini, menjadikan sleman lebih islami, dengan sedini mungkin mengenalkan generasi kita pada Al Qur’an yang merupakan anugrah Allah SWT untuk mengatur kehidupan kita” ucapnya sambil menyeka air mata harunya.

juga dihadirkan untuk memberikan tausiyah untuk peserta tentang keutamaan dan fadilah menulis dan membaca Qur’an yaitu Prof. Dr. KH. Hasyim Syaqof Ketua Jam ‘iyatul Quro Wal Hufadz. Juga tak ketinggalan penemu metode penulisan Qur’an Metode Folllow The Line KH. Farzain untuk mengantarkan peserta menulis dengan metode mengikuti dan menebalkan garis huruf arab ini. Sebagai pembimbing dalam penulisan tersebut adalah para penyuluh agama islam juga guru PAI dan Ustadz dari pondok pesantren. hadir pada kesempatan tersebut Pimpinan OPD dan Ormas yang ada di Sleman. kegiatan ini juga disuport penuh oleh RM. Ayam Geprek Surabaya pimpinan Hj. Sumarni yang menyediakan sajian khasnya “geprek” untuk semua peserta literasi.  setelah acara pembukaan Wakil Bupati Sleman juga berkenan menyaksikan para siswa dan santri dalam penulisan ini. nampak juga Wabub berkeliling di Stand pameran Produk santri mandiri yang diselenggarakan di halaman Masjid Agung dan berkenan berbelanja produk santri yang di pamerkan. (pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *