Peringati Hari Santri Nasional 2018 Civitas Madya Desta Menulis Al Qur’an Dengan Metode Follow The Line

(Sleman) Peringatan Hari Santri Nasional  merupakan hari yang ditunggu oleh kaum santri di seluruh nusantara. Dengan ditetapkannya 20 Oktober menjadi Hari Santri Nasional berarti secara legal keberadaan santri dan kontribusinya untuk Negara telah diakui. | Kursus Web Jogja | Negara mengakui bahwa sumbangsih santri untuk merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan sangatlah nyata. Penetapan Hari Santri Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran para santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari semangat jihad kebangsaan atau semangat jihad untuk kemerdekaan yang hidup di dada setiap elemen bangsa. Sejarah telah mencatat bahwa para santri telah mewakafkan hidupnya untuk memperjuangkan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

Hari ini Sabtu (20/10) bertepatan dengan Hari Santri Nasional yang ke -4, MTs Negeri 8 Sleman menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memeriahkan hari istimewa tersebut. Bertempat di Masjid dan halaman madrasah kegiatan HSN 2018 diawali dengan Sholat Dhuha berjama’ah, Doa bersama , Apel santri, Menulis Al Qu’ran dengan metode Follow the Line  dan Kembul Bujono.

Menurut Kepala Madrasah Drs. H. Sigit Sugandono Kegiatan unggulan pada HSN Tahun ini adalah menulis Al Qur’an dengan metode Follow the Line secara serentak  dimana seluruh warga madrasah berpartisipasi menebalkan ayat-ayat Al Qur’an di lembar kertas yang telah disediakan dan kemudian disusun menjadi sebuah mushaf Al Quran . Kegiatan ini sejalan dengan program unggulan madrasah yaitu  literasi. Mushaf Al Qur’an yang dihasilkan akan menjadi dokumen madrasah dan diserahkan ke perpustakaan sehingga dapat dibaca oleh seluruh warga madrasah. Adapun maksud diselenggarakannya kegiatan ini adalah membiasakan siswa madrasah pada khususnya agar terampil dalam Baca Tulis Al Qur’an dan membentuk karakter ketekunan, keseriusan dan kesabaran. Menulis Al Qur’an dengan metode Follow the Line akan mempercepat kemampuan membaca karena dengan menulis pasti membaca. Selain itu menulis Al Qur’an dengan gerakan dari kanan ke kiri dan dari atas ke bawah akan memaksimalkan otak kanan yang akan menghasilkan kompetensi inovasi, kreativitas, ide baru, kongkrit dan holistic. Membaca itu fokus pada identifikasi masalah sedangkan menulis fokus pada action (Penyelesaian Masalah) papar beliau.

Peringatan Hari Santri Nasional 2018 diakhiri dengan kembul bujono atau makan bersama.  Acara makan bersama ini dimaksudkan sebagai wujud rasa syukur atas seluruh karunia yang telah dilimpahkan Allah SWT pada seluruh warga madrasah. #Ayo Mondok # Santri itu Keren. (An).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *