Pelatihan Pendidikan Inklusif bagi Guru dan Pegawai MAN 2 Sleman

Sleman ( MAN 2 Sleman )- Kepala Kankemenag Kabupaten Sleman, Drs. H. Sya’ban Nuroni, M.A pada sore tadi ,Selasa (27/11 ) membuka Pelatihan Pendidikan Inklusif bagi guru dan pegawai MAN 2 Sleman.”Saya mengapresiasi atas upaya-upaya yang dilakukan para stake holder MAN 2 Sleman dalam rangka mencari formula yang tepat untuk menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Ciri khas MAN 2 Sleman ini adalah madrasah inklusi oleh karena itu bermitra dengan LPPMP UNY merupakan langkah yang tepat”, demikian beliau menilai.

Surat ‘Abasa ( QS: 80 )yang berisi tentang memperlakukan orang yang memiliki ketunaan menjadi rujukan beliau dalam memotivasi peserta pelatihan.

Dalam sambutannya ,Kepala MAN 2 Sleman, Ali Asmu’i, S.Ag, M.Pd.,mengharapkan agar semua guru dan pegawai bisa mengikuti kegiatan pelatihan hingga selesai karena pelatihan dilaksanakan mulai pukul 12.30-14.30 setelah pelaksanaan Penilaian Akhir Semester ( PAS ).

“Pelajaran yang akan diberikan oleh para dosen UNY ini nanti, marilah kita perhatikan dan pahami dan kita harapkan ilmu tersebut bisa kita implementasikan di semester genap nanti”, demikian harapan beliau.
Berdasarkan jadwal dari UNY , pelatihan akan dilaksanakan dari tanggal 27 November hingga tanggal 8 Desember. Materi yang akan disampaikan yaitu mengenai Konsep Pendidikan Inklusf, Identifikasi dan Pengenalan ABK, Assesmen baik Akademik maupun non Akademik, Kurikulum dan Akomodasi Pembelajaran, Program Khusus ABK, Program Pembelajaran Tunanetra, Kondisi Psikologis dan BK ABK,Pendidikan Transisi, dan Manajemen Sekolah Inklusi.

Dr. Sari Rudiyati, sebagai pemateri hari ini menyampaikan tentang Konsep Pendidikan Inklusif. Konsep Pendidikan Inklusif berisi tentang pengertian pendidikan inklusif, hakikat pendidikan inklusif, prinsip-prinsip pendidikan inklusif,landasan filosofis pendidikan inklusif,landasan yuridis pendidikan inklusif di Indonesia dan di dunia internasional, landasan pedagogik pendidikan inklusif,landasan empiris pendidikan inklusif,dan strategi /model sekolah inklusif adalah isi materi pada Konsep Pendidikan Inklusif.Semua anak mempunyai hak untuk belajar bersama; anak-anak tidak harus diperlakukan diskriminatif ;para penyandang disabilitas menuntut diakhirinya sistem segregatif; tidak ada alasan yang sah untuk memisahkan pendidikan bagi penyandang disabilitas adalah beberapa alasan mengapa harus ada pendidikan inklusif.

Yeni Susanti ,S.Pd., Drs. Ruba’i,M.Pd., dan Haryanto, M.Pd.I menghidupkan suasana dengan menyampaikan pertanyaan kepada nara sumber. Para peserta pun akhirnya semakin jelas dengan adanya pertanyaan –pertanyaan tersebut. Dari tanya jawab tersebut kesimpulannya adalah ternyata soal yang diberikan kepada siswa difabel yang mempunyai hambatan intelektual , kadar kesulitannya harus diturunkan. Jika merujuk pada Konvensi Hak Azasi Manusia pada tahun 1948 tentang EFA ‘Education For All’ sekolah/ madrasah harus mengakomodasi semua anak tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial,emosional,anak penyandang cacat atau berbakat,ras, agama, dll.(fit )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *