MI Afkaaruna Islamic School Borong Piala di “Al-Azhar 55 Expo 2019”

MI Afkaaruna -Untuk pertama kalinya ikut serta di kompetisi “Spelling Bee”, seorang siswa Kelas 2 MI Afkaaruna Islamic School, Ihsan Anugrah Pradana, menyabet juara pertama. Sementara posisi kedua dan ketiga diduduki oleh peserta dari SDI Al-Azhar 55 (International Islamic Primary School) Yogyakarta. Event yang diselenggarakan pada 26-27 Januari 2019 dan bertajuk “Al-Azhar 55 Expo 2019” tersebut diikuti oleh madrasah dan sekolah di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

“Bagi kami ini merupakan capaian yang luar biasa dan di luar ekspektasi kami. Kami tidak mempersiapkan secara khusus karena kami memang madrasah baru. Apa yang dipersiapkan adalah yang sehari-hari kami sampaikan ke anak-anak lewat pelajaran English Cambridge Standard dan Pronunciation. Bagi kami, winning the competition is a bonus, but having a high confident and sportive character is tremendously essential”, kata Angga Palsewa Putra, S.S., guru Bahasa Ingris pada MI Afkaaruna Islamic School didampingi Annisa Nur Aulia, S.Si., Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan.

 

Di madrasah Afkaaruna yang merupakan madrasah berstandar internasional pertama di Yogyakarta yang berusia dua tahun tersebut, Bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar utama baik di dalam maupun di luar pembelajaran. “Siswa biasanya memerlukan waktu sekitar satu semester untuk beradaptasi dan selanjutnya mereka mampu berbahasa Inggris secara aktif”, lanjut Angga yang juga menjabat sebagai Direktur pada Directorate of Global Engagement dan dibenarkan oleh Henggar Sulistyowati, S.S., pendamping Bahasa Inggris lainnya.

 

Selain memenangi kompetisi “Spelling Bee”, dua orang siswa MI Afkaaruna Islamic School juga meraih juara 1 dan 3 pada cabang MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an). Mereka adalah Laila Kheiza Tahira dan Tsurayya Nurul Ma’arif yang keduanya merupakan siswa kelas 2 dan angkatan pertama di MI yang berlokasi di Jl. Kaliurang Km 12.5 Yogyakarta tersebut.

 

Menurut M. Asyrofuddin, M.Pd. guru PAI yang juga pendamping siswa, “Kami tidak menyiapkan secara khusus untuk perlombaan ini. Yang kami lakukan setiap hari memang Hifdzul Qur’an dengan target minimal 2 juz selama studi 6 tahun di Afkaaruna”. Diharapkan, lanjutnya, begitu lulus, selain memiliki kompetensi internasional mereka juga memiliki kompetensi Keislaman yang paripurna.

 

Diungkapkan oleh Pak Asyrof, sapaan akrabnya, yang juga Direktur pada Directorate of al-Dirasah al-Islamiyyah tersebut, kegiatan ini jadi ajang bagi kami untuk meneguhkan sebagai “the real madrasah” sekaligus media silaturrahmi dengan madrasah dan sekolah lain. “Dengan ikut serta ajang seperti ini, kami juga ingin terus belajar dari sekolah lain tentang bagaimana meningkatkan mutu pembelajaran al-Dirasah al-Islamiyyah”, pungkasnya.(uci/hp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *