Tim Audit Irjen Periksa Penggunaan BOS Madrasah Dan Ponpes Sleman

Kemenag Sleman (humas) – Sebelas Madrasah dan dua Pondok Pesantren senin (11/2), diundang menghadiri entry meeting  tim Audit Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Tim yang berjumlah 8 punggawa ini akan melaksanakan audit di sejumlah madrasah tersebut selama 13 hari. Pada hari pertama ini tim memberikan penjelasan awal terkait audit yang akan dilaksanakan.

Pada Sesi penjelasan awal terkait audit ini pengendali teknis Tim Irjen Kementerian Agama  Harnoko menyampaikan tujuan audit atau pemeriksaan pada dasarnya adalah mengawasi dan melihat sejauh mana hasil pelaksanaan dan pertanggungjawaban dari penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan  pemerintah kepada Madrasah di lingkungan  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman.

Audit bukanlah sesuatu hal yang menakutkan, kunci mudah menjawab audit ini pada intinya adalah Pelaporan  dari semua kegiatan yang menyangkut penggunaan Dana Bantuan Operasional sekolah (BOS) sesuai dengan prosedur, petunjuk pelaksanaan dan teknisnya hal tersebut dijelaskan oleh ketua tim Audit Imron Fauzi.

Sementara itu Kakankemenag Sleman H. Sa’ban Nuroni  menyambut baik kehadiran Tim Audit ini, “harapan dari pemeriksanan ini kita semua akan tahu apa yang harus dilakukan, didokumentasikan dan dilaporkan terkait BOS ini. Jalur mana yang bisa dibiayai oleh BOS maupun yang tidak boleh” imbunya

Sedangkan Madrasah yang menjadi sampel pemeriksanan adalah. MI Sultan Agung, MI Al Islam, MI Darul Huda, MTs Yapi, MTs Mistahunnajah, MTs Umul Quro, MA Taruna Al Qu’an, MA Darusholihin, Ma Sunan Pandanaran, MTsN 5 Sleman dan MTsN 6 Sleman serta 2 Pondok Pesentren. Selanjutnya mulai hari ini sampai rabu (13/2) madrasah dan ponpes ditunggu pengumpulan dokumen laporan BOS nya untuk dikumpulkan di ruang ZI untuk selanjutnya diperiksa oleh Tim Audit Irjen. (hp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *