Moderasi Agama Menjadi Pesan Kakankemenag Pada Pelantikan JFT Penyuluh Agama

Kemenag Sleman (humas) – Penyuluh Agama menjadi ujung tombak dalam syiar Agama, Persolaan yang dihadapi saat ini semakin kompleks di era globalisasi. Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut, perlu landasan berpikir dan pemetaan tantangan yang dihadapi oleh penyuluh agama. Seperti di tahun ini yang berada pada masa-masa tahun politik ini.  Melalui pemetaan akan tergambar secara jelas tantangan apa saja yang dihadapi  penyuluh agama. Rabu (13/2) dilantik 6 Penyuluh Agama Islam dan 1 Penyuluh Agama Kristen menjadi Jabatan Fungsional Tertentu Penyuluh Agama di aula Kemenag Sleman.

 

Disaksikan seluruh kepala KUA se Kabupaten Sleman dan Pejabat Kemenag Sleman Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Sa’ban Nuroni, MA  Melantik ke 7 penyuluh agama tersebut. Pesan kepala pada sambutanya agar penyuluh memposisikan diri ikut ambil bahgian dalam Moderasi Agama yang menghadirkan agama pada setiap kegiatan, penyuluh juga ikut dalam sinergytas kegiatan baik intern maupun ekstern dan penyuluh di tahun 2019 ini sadar akan data yag artinya penyuluh juga mempuyai data keagamaan yang akurat, dan update.

 

Sementara itu salah satu terlantik Hartanto Penyuluh Kecamatan Godean, “kami bersyukur dengan pelantikan ini, kami akan segera memetakan lagi kegiatan kegiatan yang telah kami laksanakan ditambah dengan inovasi terkait dengan moderasi, sinergytas dan keakuratan data, jelasnya.(hp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *