MTs Negeri 10 Sleman Studi Banding ke MTs Negeri 1 Kediri

(Sleman/Matsesa)-Dinamika memajukan sebuah lembaga menjadi sebuah keniscayaan. Bertahan dalam kondisi stagnan akan tergilas kemajuan zaman. Menjawab tantangan tersebut, MTs Negeri 10 Sleman (Matsesa) terus berupaya berbenah diri.

Madrasah berupaya membangun brandmarking agar terpercaya dan memiliki daya saing di masyarakat. Untuk meng-upgrade tata kelola madrasah, baru-baru ini Mts Negeri 10 Sleman melaksanakan studi banding ke Mts Negeri 1 Kediri.

Studi banding dilaksanakan Kamis, (28 /2/ 2019). Guna memaksimalkan penyerapan dan penyegaran informasi di semua lini, studi banding diikuti seluruh unsur guru dan pegawai Matsesa.

Madrasah di Kota Pare ini, berdiri 25 Oktober 1969. Banyak keunggulan yang layak dijadikan wahana belajar antar madrasah. Segudang prestasi akademik, keagamaan, dan olahraga telah mentradisi di madrasah yang memiliki 1066 peserta didik ini. “ Upaya memajukan madrasah tak lepas dari  sinergi unsur madrasah bersama orang tua murid atau komite madrasah yang solid. Hal itu terealisasi dalam pembangunan fisik maupun nonfisik,“ ujar Kepala MTs Negeri 1 Kediri Drs. H. Lukman Maksun, MPd.I. Maka, tak heran kepercayaan masyarakat relatif tinggi.

Madrasah ini masuk dalam jajaran sekolah papan atas dalam prestasi. Mampu bersaing dalam prestasi akademik hingga tingkat nasional. Lebih lanjut, Pak Lukman menjelaskan bahwa salah satu yang membedakan dengan madrasah lain di antaranya program SKS (Sistem Kredit Semester) sejenis kelas percepatan atau akselerasi bagi siswa yang mumpuni.

Kunjungan silaturahim Mts Negeri 10 Sleman ke Mts Negeri 1 Kediri disambut ramah dan terbuka. Matsesa berkesempatan menyerap informasi dalam “small group” per bidang : kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana , ketatausahaan, dan perpustakaan.

Mts Negeri 1 Kediri semakin diperhitungkan dengan adanya empat kelas unggulan di masing-masing jenjang kelas. Kelas ini diwajibkan mengasah prestasi melalui ekstrakurikuler olimpiade. Di samping itu, Dalam KBM sehari-hari, MTs Negeri 1 Kediri menerapkan program: Everiday Makes Speak English (EMSE), Studi Dunia Usaha (SDU), pembelajaran kitab kuning (fikih) , serta istighotsah.
Silaturahim dan studi banding membuka wawasan dan penyegaran bagi warga Matsesa. “Mengacu analisis strengts, weaknesses, opportunities, dan threats (SWOT), hasil studi banding ke depan dapat diadopsi dan dikembangkan demi kemajuan madrasah,” demikian ulas Kepala MTs Negeri 10 Sleman.(nsw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *