Lima Nilai Budaya Kerja Kemenag: Basis Pendidikan Karakter Seminar Proyek Perubahan Diklatpim IV Angkatan XXV

Kemenag Sleman – Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, CB. Ismulyadi, SS, M.Hum menyelesaikan seminar (uji) Proyek Perubahan dalam rangka Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XXV yang diadakan Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Semarang Tahun 2019. Pelaksanaan seminar yang diselenggarakan pada Rabu, 26 Juni 2019 di Balai Diklat Keagamaan Semarang ini menghadirkan Dra. H. Masfifah, MPd (moderator), Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA. (mentor), dan Dr. H. Susari, MA (narasumber).

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA., menyampaikan, “Carolus Baromeus Ismulyadi mampu mewujudkan capaian proyek perubahan melalui proyek perubahan dengan judul Pengembangan Kompetensi Penulisan KTI Melalui Pembelajaran Berbasis ‘Appreciative Inquiry’ Bagi Para Guru Pendidikan Agama Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman, project leader membangkitkan kemampuan dan potensi para guru Pendidikan Agama Katolik Kabupaten Sleman dalam bidang penulisan, terutama berkaitan dengan pengalaman hidup.” Lebih lanjut, dalam kapasitas sebagai mentor, Kankemenag Kabupaten Sleman, menyatakan, “Project leader, melalui metode Appreciative Inquiry, mampu mensinergikan karya tulis ini dengan Lima (5) Nilai Budaya Kerja (Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Keteladanan, dan Tanggungjawab) di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.” “Melalui kelengkapan dokumen yang disiapkan/disajikan, Project Leader menunjukkan keseriusan dalam melaksanakan proyek perubahan. Tentu saja, capaian jangka pendek dan prototipe ini masih bisa ditindaklanjuti, baik melalui publikasi dalam bentuk buku, adanya ruang penulisan bagi para guru di website Kemenag Kabupaten Sleman,” tutur Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA.

Doktor H. Susari, MA, selaku narasumber dan Kepala Balai Diklat Keagamaan Bandung mengatakan, “Pendekatan Appreciative Inquiry yang digunakan Project Leader dalam Proyek Perubahan ini dapat dikembangkan dan diaplikasikan sebagai pola pembelajaran bagi para guru kepada para murid atau sebagai panduan supervisi bagi para guru, terutama terkait dengan pembinaan karakter. Oleh karena itu, Proyek Perubahan ini dapat ditindaklanjuti dalam rangka kordinasi bersama para pengawas Pendidikan Agama Katolik. Dengan demikian, terlaksana pula program monitoring supervisi pembelajaran.”

Menurut, CB. Ismulyadi, SS, M.Hum., “Proyek Perubahan ini merupakan kegiatan yang bersifat satu kali mendayung, dua tiga pulau terlampau, yakni ketika guru Pendidikan Agama Katolik, pada satu sisi perlu mengamalkan anjuran Gereja Katolik melalui dokumen Gravisimum Educationes (Pernyataan tentang Pendidikan Kristen) terutama terkait dengan peran guru dalam pengembangan dan pelaksaan karya pendidikan, regulasi Pemerintah terkait peran dan fungsi guru, serta kompetensi dan pengembangan profesi guru.” Lebih lanjut, Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, mengutarakan, “Proyek Perubahan ini menggunakan metode penulisan dengan pembelajaran berbasis ‘Appreciative Inquiry’. Melalui salahsatu siklus, yakni discovering, para guru Pendidikan Agama Katolik Kankemenag Kab. Sleman ternyata mampu memandang diri sebagai pribadi kreatif, memiliki kemampuan untuk memberikan penghargaan positif kepada diri sendiri, memusatkan perhatian pada kekuatan daripada kelemahan, serta fokus pada hal-hal yang berjalan baik daripada hal-hal buruk yang terjadi. Dengan alur seperti ini, para guru diajak untuk menemukan (kembali) potensi dan nilai-nilai yang dimiliki (discovering) dengan bertitik tolak pada lima nilai budaya kerja integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan.”

Proyek perubahan dengan judul Pengembangan Kompetensi Penulisan KTI Melalui Pembelajaran Berbasis ‘Appreciative Inquiry’ Bagi Para Guru Pendidikan Agama Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman ini menghasilkan kisah inspiratif secara tematik; integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan dalam konteks Guru Pendidikan Agama Katolik Kankemenag Kab. Sleman. Kisah-kisah tersebut sedianya akan dipublikasikan dalam bentuk buku. (Ism)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *