Rapat Koordinasi Pengawas, Menjawab Problematika Di Masa Kebiasaan Baru

Kemenag Sleman (humas) – Ditengah-tengah kondisi saat ini, dimana dampak pandemi covid-19 yang masih dirasakan, terutama pada bidang pendidikan perlu ada sikap dan penyesuaian-penyesuaian yang jelas untuk menunjang keberlangsungan pendidikan.

Hal tersebut menjadi perhatian Pengawas di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Slemaan dengan mengadakan Rapat Koordinasi di Aula Lantai III Kemenag Sleman (28/7/2020) diikuti 12 Pengawas Madrasah, 8 Pengawas Pendidikan Agama Islam, 3 Pengawas Pendidikan Agama Katolik dan 3 Pengawas Pendidikan Agama Kristen.

Pada acara yang juga dihadiri Kepala Kemenag Sleman H. Sa’ban Nuroni, Kasubbag TU H. Tulus Dumadi, Kasi Penmad H. Achmad Fauzy, Kasi PAIS H. Suharto, Penyelenggara Katolik CB. Ismulyadi, Ketua Pokja Pengawas Hj. Charisatun Niswah melaporkan Bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi dan konsulidasi pengawas madrasah dan pendidikan Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman.

Ditambahkan “bahwa Rakord ini juga akan membahas berbagai hal tentang kesulitan, hambatan dan juga langkah-langkah yang akan ditempuh pada masa kebiasaan baru ini” imbuh Charisatun.

Kepala Kantor Kemenag Sleman H. Sa’ban Nuroni saat memberikan arahanya menyampaikan “Setiap Pengawas wajib melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial di madrasah, yang itu tidak bisa memilih  salah satu dari keduanya”, jelasnya.

Untuk memperteguh kembali tentang peran dan fungsi pengawas Kakankemenag berharap agar kegiatan Rapat koordinasi yang melibatkan unsur kependidikan agar dapat dilaksanakan minimal 2 kali pada setiap semester, yaitu pada rapat evaluasi dan persiapan awal semester, pintanya.

Pada Rakord tersebut juga dibahas penyesuaian tempat tugas baru bagi pengaws, menyesuaikan dengan telah dilantiknya pengawas baru dilingkungan kependidikan di Kemenag Sleman.

Dimasa kebiasaan baru saat ini diinformasikan pada jenjang MTs lagi giat-giatnya mempelajari tentang media pembelajaran jarak jauh berbasis microsoft 365, harapanya pengawas juga menyesuaikan diri. kekurangan guru pendidikan agama juga disampaikan untuk menjadi perhatian dan segera ada solusi.

Memungkasi Arahan Kepala Kemenag Sleman mengibaratkan hukum bacaan tajwid iqlab, yaitu segera menyesuaikan apabila ketemu dengan keadaan yang ada, yaitu dengan kreatifitas dan inovasi.(hp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *