Sosialisasi Moderasi Beragama, Kakankemenag : ASN Hendaknya Menjadi Garda Terdepan Pengarusutamaan Moderasi Beragama

Kemenag Sleman (humas)-Moderasi  beragama memuat nilai luhur dalam pengetahuan, pemahaman dan  penghayatan  insan  beriman. Prinsip nilai kemanusiaan, humanisme menjadi dasar yang perlu dikedepankan.  Moderasi beragama menjadi kekuatan bersama dan dilaksanakan sebagai laboratorium dialog hidup dalam rangka menjaga keutuhan dan kedamaian dalam perbedaan.

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai leading sector terus memperkuat implemtasi pelaksanaan Moderasi Beragama melalui Badan Litbang dan Diklat Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan mengadakan Pelatihan Moderasi Beragama dengan tujuan meningkatkan sikap, pengetahuan dan ketrampilan peserta agar mampu memahami Moderasi Beragama secara utuh untuk diterapkan dalam kehidupan multikultural yang dilaksanakan 24 – 29 Agustus 2020.

Sebagai peserta dari Kemenag Sleman adalah Drs. H. Tulus Dumadi, MA yang merupakan Ka.Subbag TU, H. Imam Triyono, S.Ag. MSI Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Minggir dan Yuliatun Aswanti, S.Ag. MSI Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Ngemplak, setelah menyelesaikan In The Job Training di Ultima Horison Riss Hotel, hari ini Senin (7/8/2020) mengadakan On The Job Training yaitu mengadakan Sosialisasi Moderasi Beragama di Kabupaten Agama Kabupaten Sleman melalui Zoom dengan peserta Pegawai dilingkungan Agama Kabupaten Sleman meliputi Kepala Seksi/penyelenggara, Kepala Madrasah, Kepala KUA dan Penyuluh Agama Kemenag Sleman.

Pada sambutan dan arahanya Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Sa’ban Nuroni  mengapresiasi kegiatan ini  “Pengarusutamaan Moderasi Beragama sudah saatnya diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan layanan disemua bidang, hal ini mengharuskan kita untuk berada di posisi tengah-tengah dan garda terdepan sebagai Pengarusutamaan Moderasi Beragama adalah kita, ASN Kemenag Sleman” pintanya.

Lebih lanjut Sa’ban Nuroni menjelaskan Moderasi beragam juga merupakan Instrumen bagaimana mengukur seberapa jauh terhadap pemahaman keagamaan dan kebangsaan. “Moderasi beragama akan menjadikan pemahaman  keagamaan dan kebangsaan sama kuat, dan tentunya ini menghidarkan pada keadaan yang mempertentangkan diantaranya” terangnya.

Bagaimana pelaksanaan Moderasi Beragama kemudian diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, selanjutnya hal tersebut dijelaskan dalam sosialisasi yang disampaikan oleh peserta Pendidikan Moderasi beragama, H Tulus Dumadi dengan tema Moderasi Beragama Dalam Kehidupan Multikultural, H. Imam Triyono mengusung judul Radikalisme Dan Tatantangan Kebangsaan, dan Yuliatus Aswanti Memaparkan Resolusi Konflik Sosial Keagamaan. (hp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *