Heni Wahyu Widayati, ASN Inspiratif Peduli Media Pembelajaran




Kemenag Sleman (humas)-Heni Wahyu Widayati, S.Ag., MSI adalah salah satu pengawas sekolah jenjang SMP mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Sleman sejak tahun 2015. Lahir di Magelang pada 10 Agustus 1968, tinggal di Maguwoharjo Kabupaten sleman DIY. Karier dalam dunia Pendidikan diawali dati guru MI di kabupaten Bantul pada tahun 1998, kemudian diminta oleh pengurus Yayasan Pondok pesantren Diponegoro agar mengabdikan di SMP Diponegoro mulai tahun 2001, pada tahun 2004 yayasan Diponegoro merintis SMK dan membantu mengajar di SMK Diponegoro sampai tahun 2008. Mulai tahun 2015 bertugas sebagai Pengawas Sekolah Mata pelajaran PAI hingga sekarang.

Pendidikan yang ditempuh adalah MI, SMP dan SMA di Kabupaten Magelang, melanjutkan S1 di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta lulus tahun 1994. Pada tahun 2008 lulus S2 UIN Sunan kalijaga Yogyakarta Jurusan manajemen dan kebijakan Pendidikan Islam. Tahun 2014 lulus dari pasca sarjana Prodi magister Studi Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Bersama 10 pengawas PAI se Indonesia bu Heni mendapat kesempatan short Course ke Australia tahun 2015.


Bu Heni meraih beberapa kali penghargaan mulai dari guru berprestasi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, tahun 2011 dan Tahun 2012 meraih penghargaan sebagai guru PAI SMP Kreatif dan Inovatif terbaik tingkat DIY, pada tahun yang sama meraih penghargaan tingkat Nasional sebagai Guru PAI SMP Berprestasi ( Kreatif dan Inovatif) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI.

Pada saat bergulirnya Kurikulum 2013, bu Heni Bersama guru berprestasi lainnya dipercaya oleh Direktorat Pendidikan Islam Kemenag RI dab Subdit PAI SMP untuk menjadi Instruktur Nasional Kurikulum 2013, yang sudah melaksanakan tugasnya di berbagai kota seperti banda Aceh, Riau. Batam, Banjarmasin, Bali, Bogor, Purwokerto, Cirebon banten solo dan lain-lain. Lolos sebagai peserta visiting guru dan bertugas selama 9 hari di Kapuas Hulu dalam rangka melatih guru di sana tentang Kurikulum 2013 pada tahun 2014m dan tahun berikutnya menjadi tim advance yang bertugas mengomunikasikan program visiting di lebak Banten.

Pada awal menjadi pengawas, berhasil lulus seleksi ShortCourse yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Islam pada tahun 2015 menerima materi multikultur dan pengawasan di University of Adelaide dan mengunjungi beberapa sekolah di Sydney serta University of Sydney. Pengalaman berikutnya adalah dipercaya oleh kanwil Kemenag DIY melalui seksi PAKIS dan Dikmad serta seksi PAIS Kemenag Sleman, Kota Yogyakarta dan Kulon Progo untuk memberi materi Kurikulum 2013 dan PKB khususnya materi Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif.

Dalam bidang karya tulis bu Heni menulis beberapa buku pengayaan PAI SMP SMA yang diterbitkan oleh penerbit nasional, menjadi editor buku pembelajaran dengan Strategi Pendekatan Saintifik, menulis jurnal di LPMP, UIN, dan PPIM Kanwil DIY. Beberapa artikelnya dimuat di majalah Bakti Kanwil kemenag DIY, majalah Prestasi Bogor, harian Kedaulatan Rakyat. Menjadi Tim penulis modul Budaya Islam Rohmatan lil alamiin yang didanai oleh Direktorat Pendidikan Islam kemenag RI, serta Bersama litbang di semarang Menyusun buku panduan penilaian PAI jenjang SMA.

Karya penelitian yang sudah dibuat, adalah penelitian Tindakan kelas sebanyak 4 buah dan Penelitian Tindakan pengawasan terkait upaya peningkatan kompetensi guru dalam Menyusun proposal Penelitian Tindakan kelas. Pada PTK yang telah disusun bu heni memberikan alternative mengatasi rendahmya prestasi melalui media puzzle, lagu pembelajaran, game kartu, Peer Teaching serta powerpoint.

Dalam bidang Karya Inovasi khususnya seni music, karya bu Heni berupa lagu salah satunya diterima sebagai MARS POKJAWAS NASIONAL sejak tahun 2017, Mars SMP Diponegoro Depok, Sembilan lagu berisi materi pembelajaran Tajwid yang bertujuan memudahkan siswa memahami kaidah tajwid. Karya seni dalam bidang kepahlawanan bu Heni Menyusun tembang jawa dengan judul Pangeran Diponegoro. Karya yang maknanya berisi ajakan toleransi diberi judul Islam Rahmatan lil Alamiin yang syairnya pernah diterima menjadi salah satu pameran di Internasional Pendis Ekspo Tahun 2017.

Di masa pandemic covid_19 ini perhatian b Heni lebih intensif dan focus pada penguasaan media pembelajaran sebagai bentuk kepeduliannya terhadap guru binaan agar bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baikmya. Sebagaimana kita tahu awal bulan Maret Indonesia menghadapi pandemic Covid -19, yang berlanjut pada berubahnya tatanan kehidupan dan Pendidikan. Pada saat itu guru-guru masih asing dengan media pembelajaran berbasis IT sementara KBM harus tetap berlangsung. Tentu saja KBM harus dilaksanakan dengan cara yang berbeda karena tidak bisa mengajar dengan tatap muka. Gagap terhadap suasana yang ada, dan gagap terhadap media, Itulah realitas yang ada.

Sejak pemerintah menerbitkan SE SesJen Nomor 15 Tahun 2020 tentang pedoman Belajar dari Rumah pada masa Darurat Penyebaran C0vid-19, maka resmi dilaksanakan program BDR.
Kesadaran akan hak siswa untuk menerima informasi dan berinteraksi dengan guru meneguhkan pengawasannya pada Pembimbingan dan pelatihan professional guru dalam menggunakan IT. Berawal dari pemantauan pelaksanaan PJJ melalui google form, diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata guru masih memiliki kemampuan penguasaan TI masih rendah. Berbagai fitur dan platform yang tersedia di HP belum dimanfaatkan bahkan belum tahu fungsinya. Rata-rata guru melaksanakan PJJ dengan Penugasan jarak jauh bukan pembelajaran jarak jauh. Akibatnya siswa mendapat beban berat mengerjakan tugas dari berbagai mata pelajaran dengan jumlah yang banyak. Bahkan para orang tua mengadukan kegelisahannya ke KPAI atas banyaknya tugas yang setiap hari diterima dari guru-guru.

Secara garis besar Pelaksanaan tugas bu Heni selama berlaku WFH dan masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini terbagi menjadi dua yaitu yang terkait dengan peningkatan kompetensi diri dan peningkatan kompetensi guru/ kepala sekolah mitra atau binaan. Langkah tersebut terbagi dalam Langkah internal dan Eksternal, meskipun sesungguhnya keua hal ini saling terkait, berdasarkan informasi yang kami peroleh dari yang bersangkutan, maka dijabarkan sebagai berikut

Langkah Internal .
a. Mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh VCT Bact 6 kerjasama dengan Pustekkom, DIY serta Dinas Dikpora DIY. Pelatihan ini dilaksanakan selama 20 hari dengan naras sumber praktsisi Pendidikan dari berbagai jenjang. Pelatihan ini dilaksanakan secara jarak jauh menggunakan media webbex. Adapun materi pentig dalam PJJ seperti video conference dengan aplikasi Webex, menjadi Host, moderator dan presenter, praktek Video Converence, membuat fliyer dengan media on line, menggunakan google form, membuat blok dan edit video serta google Class room

b. Belajar mengoperasikan berbagai fitur kepada para mitra kerja yang memiliki kemampuan dalam mengaplikasikan fitur yang penting bagi pembelajaran jarak jauh, seperti: soal imteraktif seperti quizizz serta edit video melaui kinemaster serta mengunggah ke youtube, viva shot maupun dan media on line dengan canva.Learning sistem manajemen juga dipelajari baik melalui google Class room maupun meet.
c. Mengikuti self driving yang diselenggarakan oleh PGRI pusat, meskipun tidak mengikuti secara opti,al, tetapi beberapa info dan motivasi sangat penting dan berarti untuk menambah wawasan

d. Mengikuti pelatihan Bersama Microsoft Office 365 selama kurang lebih satu minggu. Materi yang diberikan sangat banyak seperti meet, form, Sway, vodeo converence dan pengenalam one drive
e. Pelatihan2 lain yang diselenggarakan oleh Kelas Bersama tentang media IT
f. Belajar secara mandiri mencoba fitur yang tersedia. Bermodalkan sedikit pengalaman yang diperoleh dari berbagai pelatihan bu Heni mencoba mengeksplore sendiri fitur yang tersedia karena pada prinsipnya cara kerjanya hamper sama. Misalnya google slide, edit video dengan aplikasi canva, dan lain lain.

  1. Langkah external dengan sasaran guru dan praktisi Pendidikan yang dilakukan adalah
    a. Memberikan pembimbingan dan pelatihan professional kepada guru melalui MGMP Kabupaten dan MGMP kecamatan dengan materi pengusaan media pembelajaran khususnya media PJJ. Metode yang diberikan adalah tutorial dan praktek lansung. Langkah yang ditempuh adalah melalui pembimbingan melalui WA, dilengkapi dengan video di youube, dilanjutkan dengan praktek langsung.
    Materi pertama adalah cara mengoperasikan Zoom Cloude meeting. Adapun Langkah pembimbingannya adalah:
    1). Mengomunikasikan kepada ketua MGMP dan anggota pentingnya mempelajari IT dalam PJJ
    2). Membentuk kelompok kelompok kecil terdiri dari 15 kelompok se Kabupaten Sleman.
    3). Masing-masing kelompok dipersilahkan memilih ketua atau coordinator kelompok.
    4). Setiap kelompok dipersilahkan memilih media atau aplikasi apa yang akan dipelajari
    5). Membuat jadwal pelatihan hari dan jam seseuai kesepakatan kelompok
    6). Melaksanakan pembinaan penggunaan Zoom dan webex di buka oleh Kasi PAIS kemenag sleman
    7). Menghubungi Koordinator setiap kelompok untuk memastikan GPAI dalam wilayahnya sudah siap ikut agar tidak ada yang tertinggal.
    8). Mengisi pembimbingan perkelompok dengan materi bimbingan membaca Al Qur’an.
    9). Mengakhiri pembimbingan setelah putaran ke 15 ditutup oleh kasi PAIS.
  2. Pelatihan mandiri dianjurkan oleh pengawas Bersama GPAI di wilayah masing-masing dengan harapan GPAI semakin mahir membaca Al Qur’an sekaligus mahir mengoperasikan Zoom dan webex.
    b. Membuat video yang diunggah di youtube
    1). Video cara mengoperasikan fitur Quizizz, materi game sekaligus sebagai media evaliasi yang interaktif bagi siswa. Langkah yang dilakukan adalah mempelajari Quizizz, Menyusun tutorial, Menyusun stori line video, merekam video. Mengedit serta mengunggah ke youtube.
    2). Membuat Video cara mengoperasikan Zoom Cloude meeting.
    Video ini dibuat karena dalam pemantauan pengawas, GPAI masih belum mahir etika menjadi peserta Video Conference. Guru binaan sudah bisa masuk ke meeting tetapi sering lupa mematikan speaker. Kasus lain bahwa guru kadang masih terbawa Ketika zoom seolah sedang menerima telepon, ada yang menempelkan layer ke mulut, ada yang ke telinga, sehingga yang muncul dilayar adalah telinga atau mulut. Hal ini perlu disampaikan agar ke depan jika bpk ibi GPAI mengajar dengan zoom atau webwx tidak melakukan hal serupa
    3). Membuat conten youtube yang berisi motivasi maupun materi administrasi guru agar bisa melaksanakan tugas dengan baik selama PJJ
    c. Melaksanakan tugas sebagai narasumber dalam webinar nasional yang diselenggarakan oleh kelas Bersama kerja sama Perpustakaan Kemedikbud yang dikemas dalam acara Open Fest. Pada kesempatan itu sekaligus memberi pelatihan bagi guru binaan, menyampaikan materi madia online dengan Canva.
    d. . Menginisiasi zoom meeting PAIS dengan waspai dengan maksud memudahkan koordinasi dan membuat waspai familier menggunakan Zoom.
    e. Menjadi Host dalam pertemuan melalui zoom dalam acara syawalan seluruh GPAI kab Sleman.
    f. . Melaksanakan pembimbingan melalui learning Sitem manjemen melalui aplikasi Google Class Room. Pembuatan kelas ini dimaksudkan agar memberikan pengalaman langsung kepada guru dalam mengoperasikan aplikasi ini. Di awali dengan pembentukan kelas dalam 3 bagian yaitu kelompok timur utara, kelompok tengah dan kelompok barat. 3 kelas ini ada kodenya masing-masing. Maka Langkah berikutnya adalah sosialisasi kode kelas, mempersilahkan guru masuk ke kelas. Setelah guru-guru masuk kelas, memulai dengan memberikan tugas ringan berupa cerita PJJ yang berisi suka duka selama PJJ. Berikutnya administrasi yang menjadi tugas guru diberikan di ruang tugas, mulai dari analisis KI KD dab IPK, RPP, Kisi-kisi dan soal Hots. Melalui cara ini guru menjadi familier, menggunakan GCR serta pengawas lebih mudah mengontrol administrasi guru.
    g. Melatih guru merekam video perkenalan secara langsung, agar guru termotivasi untuk membuat video pembelajaran.
    h. Membina guru agar menanamkan karakter dengan praktek nyata diantaranya adalah kegiatan siswa sahur Bersama pada saat pyuasa sunah Asyyura melalui zoom meeting dan video panggilan melalui Whatchap grup.


Pengawas sekolah sebagai salah satu komponen Pendidikan memiliki peran strategis bagi terselenggaranya pembelajaran jarak jauh dengan segala problematikanya. Diantara peran pengawas adalah mengawal terlaksananya pembelajaran baik dari segi manajerial maupun dalam praktik akademis transfer of knowledge dan transfer of value. Hal ini terkait erat dengan tugasnya yaitu a supervise akademik serta supervise manajerial.

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 21 tahun 2010 tentang jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya bab I: Jabatan fungsional Pengawas Fungsional Pengawas adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan Pendidikan. Pada bab V pasal 12, Unsur dan sub unsur kegiatan Pengawas sekolah adalah: a. Pendidikan, b. Pengawasan akademik dan manajerial c. pengembanagn profesi d. penunjang tugas Pengawasan Sekolah. Pada Pont b, pengawas bertugas membina memantau menilai dan melakukan pembimbingan dan pelatihan professional baik kepad guru dan atau kepala sekolah.

Dengan posisi ini, pengawas harus memahami kompetensi minimal profesinya, kompetensi Kepala sekolah sebagai manajer Pendidikan di satuan Pendidikan, serta kompetensi dan tugas guru sebagai pelaksana dan ujung tombak proses Pendidikan. Pengawas juga harus mempelajari tugas dirinya, tugas guru dan kepala sekolah /madrasah yang menjadi binaannya, agar bisa bertugas secara maksimal. Berdasarkan permenPAN dan RB No 16 tahun 2009, guru disyaratkan memiliki kompetensi Pedagogik kepribadian, sosial dan Profesional. Kompetensi kepala sekolah atau kepala madrasah berdasarkan Permendikbud No 6 tahun 2018 yaitu Kepribadian, Manajerial, Kewirausahaan, Supervise dan Sosial.


Dari seluruh uraian tugas dan kompetensi yang harus dimiliki pengawas, focus pembahasan kali ini adalah menganalisa bagaimana cara pengawas dalam hal ini bu Heni dalam membantu guru agar PJJ terlaksana dengan baik, aman, efektif dan efisien. Berangkat dari PermenPAN dan RB nomor 21 tahun 2010, pelaksanaan pembinaa terhadap guru serta pembimbingan dan pelatihan professional yang dilakukan terhadap guru sudah sesuai dengan jabatan dan fungsinya sebagai pengawas seko;ah. Fokus masalah yang diambil juga merepresentasikan kepeduliannya kepada dunia Pendidikan yang sedang mengalami masalah secara mendadak. Program pembinaan yang dipilih sangat membantu guru mendapatkan solusi.
Adapun hasil nyata dari pembimbingan tersebut adalah berubahnya paradigma guru tentang PJJ, dan hasil riil karya guru berupa:
a. Video perkenalan di awal semester ganjil khisisnya bagi siswa baru
b. Video KD2 PAI pada semester ganjil kelas 7, 8 dan 9
c. Poster dari aplikasi canva

Dengan mencermati rekam jejak karier ASN ini, serta model pembinaan sebagai mana diuraikan tersebut kami selaku kasi PAIS Kantor Kemenag Kabupaten Sleman menyatakan bahwa bu Heni sangat mengispirasi ASN lain baik guru maupun pengawas. Dalam melaksanakan tugas pengawasan pada masa pandemic covid-19 ini, Langkah yang dilakukan sesuai dengan regulasi yang tertuang pada PermenPAN dan RB tentang jabatan dan fungsi pengawas terutama membimbing guru dalam mengembangakn kompetensi profesionalnya untuk menunjang tugas guru dalam meningkatkan efektititas PJJ. Dengan pengawasan tersebut kami berharap stagnasi literasi digital akan berganti dengan spirit baru sukses mengantarkan siswa melewati masa sulit di Adaptasi kebiasaan baru, mengantarkan siswa menjadi siswa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Penulis Drs. H. Suharto Kepala Seksi PAIS Kemenag Sleman.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *