Kasubdit KSKK Visitasi Program SKS di MTsN 6 Sleman

Kemenag Sleman (MTsN 6 Sleman)-Dalam upaya mendorong kemandirian belajar siswa di madrasah, MTsN 6 Sleman menerapkan program Sistem Kredit Semester (SKS) untuk kelas 7 pada tahun pelajaran 2020/2021. Guna memastikan kesiapan penyelenggaraan program SKS, maka Kementerian Agama melalui Kasubdit KSKK Kementerian Agama Republik Indonesia mengadakan visitasi. Hadir dalam visitasi tersebut: Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd selaku Kasubdit KSKK Kementerian Agama Republik Indonesia, Anita Isdarmini, S.Pd. M.Hum selaku Kasi Kurikulum Kesiswaan dan Sarana Prasarana Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahmad Fauzi, M.SI selaku Kasi Dikmad Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Guru dan Pegawai MTsN 6 Sleman. (18/9/2020).

“ Dengan diterapkannya program SKS ini kami berharap akan dapat mendongkrak kepercayaan masyarakat terhadap pengembangan pendidikan di MTsN 6 Sleman.” ungkap Harsoyo selaku Kepala Madrasah. Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Ahmad Fauzi dalam sambutannya mengatakan bahwa situasi bangsa Indonesia yang masih terkungkung dalam pandemi Covid 19 memberikan hikmah tersendiri bagi para praktisi pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran jarak jauh. Guru dituntut kemampuannya untuk menggunakan berbagai media sosial yang ada sebagai sarana untuk memaksimalkan proses pembelajaran jarak jauh.

Mengawali kegiatan visitasi program SKS, Ahmad Hidayatullah meminta koordinator penyelenggara program SKS untuk memaparkan program yang sudah berjalan. Saptini, S.Pd., selaku pihak yang ditunjuk oleh Kepala Madrasah selaku koordinator menjelaskan bahwa secara umum tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam menjalankan program SKS sudah dijalankan. Keterlibatan tim IT di MTsN 6 Sleman sangat membantu khususnya dalam menyiapkan aplikasi penilaian yang dapat diakses oleh seluruh guru pengampu mata pelajaran. “ Kehadiran aplikasi penilaian DIGIMA 6.1 merupakan sebuah jawaban atas berbagai keluhan para guru dalam melakukan kegiatan penilaian pembelajaran,” ungkap Anang Sumarna sebagai salah satu tim evaluasi pada program SKS di MTs.N 6 Sleman.

“ Ada dua hal yang perlu diperhatikan pada saat MTsN 6 Sleman menjatuhkan pilihan untuk menjalankan program SKS dalam kegiatan pembelajaran, yaitu berkait dengan mastery learning atau belajar tuntas dan assurance assessment atau adanya penjaminan mutu. Dalam program SKS, madrasah diharapkan dapat memastikan ketuntasan belajar dari masing-masing peserta didik dan ketuntasan belajar tersebut harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak terkait. Guna memastikan bahwa berbagai proses pembelajaran telah berjalan pada relnya maka dibutuhkan quality control. Prinsip selanjutnya yang perlu mendapatkan perhatian adalah assessment improvement, hal ini akan membantu dalam upaya melakukan perbaikan secara berkelanjutan.” kata Ahmad Hidayatullah.

Mengakhiri kegiatan visitasi program SKS di MTsN 6 Sleman, Ahmad Hidayatullah memberikan kesempatan kepada Bapak/Ibu guru untuk menyampaikan berbagai hal yang dirasa mengalami kesulitan dalam menjalankan program SKS. (Trj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *