Aksi Kemenag Sleman Menuju WBK

Kemenag Sleman (humas)-Dalam rangka mewujudkan good governance dan clean government Kementerian Agama memacu seluruh satker yang ada di bawahnya dengan meluncurkan program Pembangunan Zona Integritas di Kementerian Agama. Saat ini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman telah memasuki tahun kelima mengikuti program pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), dengan dibuktikan selalu melakukan pelaporan penilaian secara mandiri Zona Integritas setiap akhir tahunnya melalui aplikasi PMPZI.

Pada akhir tahun 2020 yang lalu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman bersama dengan satker yang lain melakukan submit/ pengiriman laporan penilaian mandiri secara bersama-sama. Hasil penilaian mandiri untuk tahun 2020 total indeks ZI adalah 89,09. Selanjutnya setelah dilakukan penilaian ulang oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Agama didapat hasil rekap untuk total pengungkit sebesar 84,58 yang berarti memenuhi syarat untuk dijadikan Calon Pilot Proyek WBK (wilayah bebas korupsi) tahun 2021

Penunjukan Kantor Kementerian Agama Kab. Sleman sebagai Calon Pilot Proyek WBK (wilayah bebas korupsi) tahun 2021 tersebut tertuang dalam Surat Sekretariat Jenderal Nomor B-178/B.IV/OT.000.3/02/2021 tanggal 5 Februari 2021 tentang Usulan Satuan Kerja Pilot Project WBK Tahun 2021.

Untuk mencapai tujuan WBK/WBBM itu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman  melaksanakan beberapa hal, yaitu:

1. Tetap melaksanakan sosialisasi Pembangunan Zona Integritas di setiap kesempatan. Pada masa pandemi ini sosialisasi dilakukan secara daring, tertulis dan juga menggunakan media sosial. Sosialisasi juga dilaksanakan dengan kampanye melalui poster, leaflet maupun brosur yang ada di PTSP dan juga yang ada di KUA kecamatan. Sosialisasi ini dilakukan untuk tetap menjaga semangat agar tidak kendor dan lebih giat dalam melaksanakan program.

2. Melaksanakan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan, dengan berdasarkan hasil evaluasi tersebut dilakukan perbaikan-perbaikan sehingga kekurangan yang ada dapat ditutup dan kelebihan yang ada dapat ditonjolkan.

3. Mengoptimalkan agen perubahan dengan memberikan reward kepada agen perubahan yang berprestasi, selanjutnya menata ulang program-program yang akan dilaksanakannya sehingga dapat terjalin kerjasama/ sinergi diantara tim agen perubahan. Hal ini dilaksanakan karena dalam musim pandemi Covid-19 ini tim agen perubahan perlu menyesuaikan program-programnya agar sesuai dengan protokol kesehatan.

4. Mengkampanyekan inovasi SMILE yang telah diluncurkan sehingga semua stakeholder dapat mengakses dan memanfaatkannya. Selanjutnya terhadap inovasi yang telah dijalankan itu tetap dikembangkan secara berkesinambungan/sustainable, yaitu dengan diluncurkannya aplikasi SMILE Versi 2,0 yang lebih lengkap fitur-fitur pendukungnya.

5. Tetap terus membuat inovasi, khususnya dalam rangka menanggulangi pandemi Covid-19 diantaranya dengan membuat layanan secara daring dalam pendaftaran nikah, layanan daring dalam pendaftaran haji dan inovasi lainnya yang baru dirintis.

Kepala Kemenag Sleman Drs. H. Sa’ban Nuroni MA, dengan ditunjuknya Kemenag Sleman sebagai satker pilot Projeck WBK Tahun 2021 menyambut dengan syukur “kerja keras kita membuahkan hasil, menjadi tugas mulia kita untuk menyiapkan tahapan penilaian selanjutya, saya yakin dengan kebersamaan kita bisa meraihnya” terangnya. (ms/td/hp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *