Guru MTs Irsyadul Anam Antusias Belajar Jurnalistik


Kemenag Sleman (MAN 4 Sleman) – Gerakan literasi dengan gemar membaca dan menulis harus benar-benar dipahami dan dilaksanakan oleh insan pendidikan. Guru harus menjadi contoh bagi peserta didik dalam mensukseskan Gerakan Literasi. “Kami berharap para guru terpacu untuk menulis sebagai bagian dari gerakan literasi. Guru yang sudah punya karya tulis akan memiliki nilai tambah. Maka kami mendorong semua guru untuk menulis sekaligus sebagai upaya mensosialisasikan dan mempromosikan madrasah kepada masyarakat luas,” kata Muslichatul Rodiyah,S.Ag.,M.Pd.I kepala MTs Irsyadul Anam saat membuka acara pelatihan jurnalistik Selasa (16/02/2021) di ruang kelas madrasah di lingkungan Pondok Pesantren Irsyadul Anam Kiyudan Selomartani Kalasan Sleman.

Mengingat masih pandemi, peserta terbatas hanya 9 guru dengan menghadirkan Edy Suparyanto pewarta MAN 4 Sleman. “Kita bisa menulis di media seperti rilis berita di kolom Citizen Journalism Tribun Jogja dan Jagongan Harian Jogja. Prinsip berita 5 W 1 H harus terpenuhi dengan tulisan singkat, padat, ringkas, informatif, dan menarik. Upayakan tulisan harus bermanfaat, mencerahkan atau menghibur,” papar Edy. Apa saja yang terjadi di sekitar bisa dijadikan bahan baik untuk berita maupun artikel pendek. Tulisan tidak harus panjang, bahkan dengan lima kalimat berisi hal-hal lucu dan menggelitik bisa dikirim ke sungguh-sungguh terjadi KR atau terjadi sungguh-sungguh Merapi, lanjutnya. Jeli dan memahami apa yang terjadi agar mudah untuk menulis dan tulisan mudah dipahami pembaca.

Sebagai bukti sekaligus untuk memotivasi, Edy menunjukkan beberapa tulisan yang pernah dimuat di media. Menurutnya, kemampuan menulis diperoleh melalui banyak praktek dan banyak membaca. “Prosentasenya 5 % teori dan 95% menulis. Melalui banyak membaca buku, mengamati apa yang terjadi di sekitar mempermudah menuangkan gagasan dalam tulisan. Apa yang kita alami dan pahami mudah untuk kita tulis,” tegasnya. Para peserta antusias mempraktekkan saat diberi waktu sekitar 15 menit untuk mengingat apa yang dilihat dan dialami kemudian menuliskannya. Hyldha Wafda Mufida,S.Pd, salah satu peserta mampu mempresentasikan tulisan, sehingga ia diberi reward berupa buku antologi Gugas Lugas. Para peserta mempresentasikan tulisan berupa berita pendek dari yang mereka lihat dan alami.

Rita Yuli Suryati salah satu peserta menyatakan materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan memotivasi untuk menulis lagi. Namun waktu pelaksanaan kurang tepat, karena energi sudah habis untuk KBM di jam sebelumnya. “Bila ada tindak lanjut dari workshop kemarin akan semakin membantu guru untuk terbiasa menulis, misal dari tata bahasa atau gaya penulisan dan tips agar menghasilkan tulisan yang menarik,“ papar wakil kepala urusan kesiswaan itu. Kegiatan tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan tetap mengenakan masker, cuci tangan sebelum dan sesudah serta menjaga jarak. (eds/hp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *