Monitoring Tanah Wakaf, Penyelenggara Zawa: Berharap Pengalihfungsian Dapat Ganti

Sleman (Kankemenag Sleman) – Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, melakukan berbagai kegiatan dalam rangka memberikan pelayanan terkait pengamanan harta benda wakaf. Salah satu upaya  yang dilakukan dalam mengamankan aset wakaf,  adalah melaksanakan monitoring terhadap harta benda wakaf yang terkena dampak proyek pemerintah untuk kepentingan umum berupa Jalan tembus Prambanan – Wonosari dan Jalan Tol Yogyakarta Bawen serta Jalan Tol Yogyakarta Solo.

Monitoring harta benda wakaf dilakukan oleh tim monitoring Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kabupaten Sleman didampingi  Pengelola Wakaf Kantor Urusan Agama. Monitoring dimulai sejak Rabu (27/11/2021) hingga Jum’at (3/11/2021) di Kapanewon Kalasan.

Penyelenggara Zakat dan Wakaf Suprapto, S. Ag menyampaikan tentang hasil dari monitoring. “Ditemukan bahwa dampak proyek jalan tersebut berimbas kepada keberadaan harta benda wakaf,” tandasnya. “Di Kapanewon Prambanan terdapat 2 lokasi harta benda wakaf yang harus direlakan untuk mendukung proyek kepentingan umum tersebut. Yaitu sebidang tanah milik MBS Prambanan di Desa Bokoharjo dan Masjid Saad bin Waqas di Dusun Parangan Gayamharjo,” imbuhnya. 

Selain di Kapanewon Prambanan, harta benda wakaf yang dijadikan jalan ada di Kapanewon Kalasan, di atas aset wakaf dengan luas lebih dari 3000 meter persegi, dan berdiri di atasnya Masjid Baitul Makmur.  Harta benda wakaf lain yang harus dialihfungsikan ada di Kapanewon Mlati dan Seyegan. Di Kapanewon Mlati  yang terdampak adalah tempat wudhu dan Gedung TPA Masjid Nurul Huda,  dan Musholla Al-Barokah di Dusun Pundong Empat.

“Sedangkan di Kapanewon Seyegan harta benda wakaf yang terkena dampak jalan tol Yogyakarta Bawen berada di dua lokasi wakaf produktif untuk pertanian dan satu  lokasi musholla yang semuanya atas nama nadhir MWC NU Seyegan,” jelasnya.

Menurut Suprapto S.Ag, pemetaan hasil monitoring akan digunakan sebagai bahan kajian dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Supaya tanah wakaf yang digunakan proyek jalan dapat mendapatkan ganti yang lebih baik,” pungkasnya. (zawa/tnf)