Apel Pagi, Kasubag TU Ingatkan Lima Budaya Kerja

Sleman – Kepala Sub Bagian  Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nurhuda, S.Ag. M.SI. kembali mengingatkan bahwa setiap pegawai Kementerian Agama sudah sepantasnya memberikan kontribusi untuk kemajuan instansi. Untuk itu ia mengingatkan lima semangat yang digagas oleh Menteri Agama berupa lima budaya kerja yang terdiri dari  Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan.

Tak lupa dalam gelaran apel pagi, Senin (8/8) di halaman Kemenag Sleman, Nurhuda memimpin para peserta apel untuk menghafalkan lima budaya kerja disertai peragaan gerakan lima budaya kerja. Ia juga mengharapkan agar kegiatan serupa bisa dilakukan di setiap kegiatan. Lima budaya kerja sendiri merupakan ikhtiah Kemenag untuk meningkatkan efektifitas kinerja Aparatur Sipil Negara. Sebagaimana dilansir laman, www.republika.co.id. Menurut Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, gagasan itu tidak semata datang dari dirinya, melainkan hasil diskusi dari segenap stakeholder di Kementerian Agama.

“Ini bukan datang dari saya, tetapi rangkaian diskusi dengan seluruh lapisan kementerian, mulai dari eselon 1 hingga cleaning service. Bahkan kami juga menyiapkan quisioner,” katanya.

Ia menjelaskan, nilai integritas perlu ditanamkan bagi seluruh jajaran Kementerian Agama agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan penuh kedisplinan.

Aspek profesionalitas diperlukan agar pelaksanaan di berbagai fungsi di Kementerian Agama dapat dijalankan dengan baik.

Kemudian, inovasi dibutuhkan karena PNS sering terjebak pada rutinitas. “Tidak ubahnya seperti mesin yang bekerja begitu-begitu saja,” katanya.

Padahal masyarakat telah mengalami perkembangan dan perubahan luar biasa sehingga membutuhkan pelayanan yang lebih baik. “Akan sangat naif sebagai pemberi layanan, kita justru tidak berubah,” kata Menag.

Setelah itu, aspek tanggung jawab dinilai sangat penting karena dapat menjadi wadah dalam membentengi diri karena menanamkan perasaan bahwa apa pun yang dilakukan akan dimintai pertanggungjawaban.

Dengan pelaksanaan tugas yang penuh dengan tanggung jawab, seluruh elemen Kementerain Agama dapat menghindari diri dari perilaku yang menyimpang dapat meruntuhkan citra institusi. “Dengan tanggung jawab, kita akan selalu on the track,” ujarnya.

Sedangkan aspek keteladanan dibutuhkan untuk dapat membimbing masyarakat karena unsur Kementerian Agama sudah terlanjur dianggap sebagai orang yang mengerti tentang agama. “Jadi, kita akan dijadikan model dan teladan. Karena itu, jaga betul perilaku kita,” kata Menag.

 

2 comments to “Apel Pagi, Kasubag TU Ingatkan Lima Budaya Kerja”

You can leave a reply or Trackback this post.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.