MTs Negeri 10 Sleman : Praktik Manasik Haji , Perkuat Akidah Sejak Dini

Sleman (24/3).  Sebagaimana rukun Islam yang lain, ibadah haji  perlu ditanamkan sejak dini.  Terlebih ibadah haji meliputi multi aspek: ilmu, materi, fisik, dan nilai filosofi keteladanan. Rangkaian ibadah haji bisa dikatakan sebagai miniatur kehidupan. Pembelajaran tata cara ibadah haji akan lebih dipahami peserta didik apabila teori dipraktikkan. Demikian pengantar Kepala Madrasah Drs. H.Busyroni Majid, M.Si dalam  membuka  Latihan Manasik Haji MTs Negeri 10 Sleman (Matsesa).

Latihan manasik diselenggarakan di Area Manasik Haji Pantai Depok Bantul, Sabtu (24/3). Manasik diikuti kelas 8 (125 siswa) guru mapel keagamaan, dan para pendamping. Area gumuk pasir beserta replika Kabah  sangat mendukung simulasi. Peserta mengenakan kain ihram sebagaiman jamaah haji. Peserta diharapkan mendapat gambaran prosesi ibadah haji yang sesungguhnya.

Manasik terlaksana tertib sesuai rencana. Alur simulasi  diawali kedatangan jamaah di Miqat (Bir Ali). Di sini peserta mengenakan kain ihram dan melafalkan niat berhaji. Dibimbing langsung Kepala Madrasah, jamaah berjalan menyusuri padang pasir (gumuk) menuju Padang Arafah tanggal 9 Dzulhijah. Di tempat itu, peserta  duduk rapi seraya menyimak khutbah Arafah oleh Waka Humas Drs.H.Marsono. Peserta dikondisikan untuk khusuk menyimak khutbah  hingga memanjatkan doa di Padang Arafah. Selanjutnya, peserta berjalan menuju Musdalifah untuk bermalam (mabit) dan mengumpulkan kerikil guna  melempar jumrah. Alur berikutnya, peserta menuju Mina kemudian bersiap melempar jumroh Aqabah-Ula-Wustha-Aqabah. Dengan bersemangat, peserta dibimbing cara melempar jumrah yang tepat. Selepas itu, peserta bergerak  menuju Kabah di Masjidil Haram untuk melaksanakan Thawaf  Ifadhah serta  Sai dari Shafa ke Marwah. Prosesi diakhiri dengan  memotong rambut sebagai simbol tahalul. Tahap demi tahap diikuti dengan seksama seraya membaca lafal doa yang dituntunkan. Peserta mengenakan tuntunan doa yang dikalungkan selayaknya jamaah haji.

Pengalaman tak ternilai manasik haji telah didapatkan peserta didik. Dengan pelatihan manasik yang kondusif, semoga  memotivasi  peserta didik  agar kelak  dimampukan Allah beribadah ke tanah suci.(saras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *