Profil

  1. Nama :Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman
  2. Lokasi :Kabupaten Sleman
  3. Koordinat :7.706585 ; 110.347913
  4. Alamat
    1. Jalan :Dr. Radjimin
    2. Dusun :Ngemplak Caban
    3. Desa :Tridadi
    4. Kecamatan :Sleman
    5. Kabupaten :Sleman
    6. Provinsi :Daerah Istimewa Yogyakarta
  5. Telephon Kantor :(0274) 868314
  6. Call Center Layanan Haji :(0274) 869368
  7. Faxcimile :(0274) 869675
  8. Email :kankemenagsleman@yahoo.co.id
  9. Website :http://www.kemenagsleman.net
Sejarah

Kementerian Agama yang saat lahirnya bernama Departemen Agama tidak dapat dilepaskan dari kenyataan historis bangsa Indonesia yang demikian besarnya terhadap pembinaan kehidupan kerohanian. Terbentuknya Departemen Agama adalah pelaksanaan dari pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. Satu hal yang perlu kita catat dari kelahiran Departemen Agama yaitu bahwa Departemen ini didirikan setelah ada usul dari tokoh-tokoh Islam. Usul itu dengan mudah diterima oleh Pemerintah sebab selain sebagai realisasi dari pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945, juga sebagai imbalan dan penghargaan atas sikap umat beragama, khususnya umat Islam yang bersedia menghilangkan tujuh kata dalam Piagam Jakarta, yaitu dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia tanggal 18 Agustus 1945.

Pada tahap permulaan kegiatan Departemen Agama hampir 100% mengurusi agama Islam, hal itu disebabkan :

Secara obyektif, memang volume kegiatan keagamaan di sektor Islam;
Secara historis Umat Islam merasa memiliki Departemen Agama, karena tokoh- tokoh Islamlah yang memperjuangkan adanya Departemen Agama;
Kelompok-kelompok agama lain pada mulanya tidak begitu menaruh perhatian kepada Departemen Agama, seperti misalnya agama Kristen dan Katolik. Sebab sesuai dengan prinsip agama mereka, kegiatan keagamaan hendaknya terpisah dari negara. Dengan kata lain negara tidak usah mencampuri urusan agama;
Sarana dan mekanisme organisasi keagamaan di kalangan Umat Islam sudah tersusun semenjak zaman kerajaan-kerajaan Islam dan di zaman penjajahan tetap dipelihara. Setelah Departemen Agama terbentuk, organisasi yang mengurus keagamaan yang sudah ada itu mudah saja dialihkan di bawah lingkungan Departemen Agama.
Dewasa ini, sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi, perkembangan Kementerian Agama mulai memperlihatkan cakrawala yang lebih luas dan melalui perkembangan restrukturisasi dan refungsionalisasi sehingga setiap kelompok agama mendapat tempat dan pelayanan yang wajar.

Visi

Terwujudnya Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta yang Taat Beragama, Rukun, Cerdas dan Sejahtera Lahir Batin dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong

Misi
  1. Meningkatkan pemahaman kehidupan beragama;
  2. Memantapkan kerukunan intra dan antar umat beragama;
  3. Menyediakan pelayanan kehidupan beragama yang merata dan berkualitas;
  4. Meningkatkan pemanfaatan dan kualitas pengelolaan potensi ekonomi keagamaan;
  5. Mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang berkualitas dan akuntabel;
  6. Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan umum berciri agama, pendidikan agama pada satuan pendidikan umum, dan pendidikan keagamaan;
  7. Mewujudkan tatakelola pemerintahan yang bersih, akuntabel dan terpercaya.
Kedudukan, Tugas dan Fungsi
  1. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman berkedudukan di Jalan Dr. Radjimin, Ngemplak Caban, Tridadi, Sleman berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama.
  2. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman mempunyai tugas melaksanakan tugas dan fungsi Kementerian Agama dalam wilayah Kabupaten Sleman berdasarkan kebijakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi dan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan menyelenggarakan fungsi :

♦ Perumusan dan penetapan visi, misi dan kebijakan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan kehidupan beragama kepada masyarakat di Kabupaten Sleman;

♦ Pelayanan, bimbingan dan pembinaan di bidang haji dan umrah;

♦ Pelayanan, bimbingan, dan pembinaan di bidang pendidikan madrasah, pendidikan agama dan keagamaan;

♦ Pembinaan kerukunan umat beragama;

♦ Pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengelolaan administrasi dan informasi;

♦ Pengkoordinasian, perencanaan, pengendalian, pengawasan, dan evaluasi program; dan

♦ Pelaksanaan hubungan dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan lembaga masyarakat dalam rangka pelaksanaan tugas kementerian di Kabupaten Sleman.

 

Struktur Organisasi

Stuktur

Makna Logo

MAKNA ISI LAMBANG KEMENTERIAN AGAMA

  1. Bintang bersudut lima yang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila, bermakna bahwa karyawan Kementerian Agama selalu menaati dan menjunjung tinggi norma-norma agama dalam melaksanakan tugas Pemerintahan dalam Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
  1. 17 kuntum bunga kapas, 8 baris tulisan dalam Kitab Suci dan 45 butir padi bermakna Proklamasi Kemerdekaan republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, menunjukkan kebulatan tekad para Karyawan Kementerian Agama untuk membela Kemerdekaan Negara Kesatuan republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.
  1. Butiran Padi dan Kapas yang melingkar berbentuk bulatan bermakna bahwa Karyawan Kementerian Agama mengemban tugas untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur dan merata.
  1. Kitab Suci bermakna sebagai pedoman hidup dan kehidupan yang serasi antara kebahagiaan duniawi dan ukhrawi, materil dan spirituil dengan ridha Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.
  1. Alas Kitab Suci bermakna bahwa pedoman hidup dan kehidupan harus ditempatkan pada proporsi yang sebenarnya sesuai dengan potensi dinamis dari Kitab Suci.
  1. Kalimat “Ikhlas Beramal” bermakna bahwa Karyawan Kementerian Agama dalam mengabdi kepada masyarakat dan Negara berlandaskan niat beribadah dengan tulus dan ikhlas.
  1. Perisai yang berbentuk segi lima sama sisi dimaksudkan bahwa kerukunan hidup antar umat beragama RI yang berdasarkan Pancasila dilindungi sepenuhnya sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.
  1. Kelengkapan makna lambang Kementerian Agama melukiskan motto : Dengan Iman yang teguh dan hati yang suci serta menghayati dan mengamalkan Pancasila yang merupakan tuntutan dan pegangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, karyawan Kementerian Agama bertekad bahwa mengabdi kepada Negara adalah ibadah.

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]