Siswa MTSN VI Sleman Juarai Kompetis Robotik Nasional

Sleman – (MTsN  6 Sleman) – Untuk ketiga kalinya, tim Robot Tsandiesta MTsN 6 Sleman mampu berjaya di Kompetisi Robotik tingkat Madrasah 2017. Bila dua tahun sebelumnya tim robot MTsN 6 Sleman berturut-turut mampu meraih juara 3 dalam kompetisi robot bergengsi ini, tahun ini tim Tsandiesta yang digawangi oleh Fathurrahman Kafi dan Muhammad Dhesta Zhafron mampu menyabet juara 1 dengan hadiah uang pembinaan sebesar 18 juta rupiah. Pencapaian yang luar biasa bagi siswa yang masih berada di kelas 7. Kepala MTsN 6 Sleman Drs. H. Abdul Hadi, S.Pd, M.Pd.I dalam kesempatan apel siswa hari Senin (27/11) mengatakan bahwa MTsN 6 Sleman merasa bangga luar biasa atas pencapaian ini. Ini menunjukkan bahwa MTsN 6 Sleman semakin maju dan aktual  dengan terus mengikuti perkembangan teknologi. “Pencapaian yang luar biasa dari tim Robot Tsandiesta ini tidak hanya sangat membanggakan MTsN 6 Sleman, namun juga madrasah pada umumnya dan Yogyakarta di ajang Nasional.  Semoga tim Robot Tsandiesta dapat menginspirasi seluruh generasi muda madrasah khususnya siswa MTsN 6 Sleman bahwa kita mampu berjaya di  ajang bergengsi yang bertema teknologi di tingkat nasional. Terima kasih ananda Kafi dan Dhesta,” kata H. Abdul Hadi bangga disambut tepuk tangan suluruh peserta apel.

 

Kompetisi Robot Madrasah Nasional ini adalah even tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Kompetisi Robot ini bertujuan untuk mendorong kemampuan siswa madrasah di bidang robotik tingkat nasional hingga internasional, mengingat banyak siswa madrasah yang memiliki bakat dan minat di bidang robotik. Adanya kompetisi membuktikan bahwa madrasah bukan sekolah ‘left behind’ atau sekolah tertinggal, namun madrasah adalah sekolah modern sejajar dengan sekolah umum lainnya. Justru madrasah menjanjikan bahwa lulusannya tidak hanya cerdas dan mampu mengikuti perkembangan zaman, namun juga mampu memahami, mengamalkan dan menerapkan  ajaran Islam dalam masyarakat dengan benar. Selain itu, adanya Kontes Robot Madrasah ini  membuktikan bahwa pendidikan Islam di Indonesia termasuk pendidikan madrasah tidak anti pada teknologi dan para siswanya memiliki kualitas tingkat dunia karena banyak siswa madrasah yang menjuarai kejuaran robotik tingkat internasional.

 

Kompetisi Robot Madrasah Nasional ini diselenggarakan di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu dan Kamis tanggal 22 – 23 November 2017, namun pendaftaraan telah dibuka sejak tanggal 8-13 November 2017. Sekitar 83 tim dari tingkat MI hingga MA dari seluruh Indonesia turut berjuang di ajang ini. Setiap tim terdiri dari dua siswa, sehingga total perserta ada 166 siswa. Kompetisi Robotik Madrasah ini memperebutkan total hadiah senilai Rp 259 juta. Terdapat 5 kategori lomba dalam kompetisi robot tahun 2017 ini. Kategori pertama adalah rancang bangun mekanika (discovery robot), untuk siswa MI. Kategori kedua adalah mobile robot ekspedisi dan rancang bangun mekanika tingkat MTs untuk siswa tingkat MTs. Kategori ketiga adalah mobil mandiri (self driving car) untuk siswa tingkat MA.

 

Kali ini, tim MTs N 6 Sleman Yogyakarta ikut dalam kategori Mobile Robot Ekspedisi. Menurut pembimbing robot MTsN 6 Sleman, M. Yudi, dalam kategori ini, Dhesta dan Kafi harus bisa membuat program robot agar dapat berjalan dari rumah menuju sekolah.  Robot harus mempu mengambil beberapa poin dalam perjalanan menuju sekolah sekaligus melalui rintangan berupa portal, tornado dan crane.  Rintangan tersebut  hanya dapat dilalui oleh robot apabila mengedipkan lampu 3 kali pada sensor photo transistor yang di letakkan di bagian tertentu robot tersebut.  “Dhesta dan Kafi harus dapat menentukan dengan tepat arah sinar lampu agar tepat mengenai sensor tersebut sehingga rintangan dapat terbuka,” kata Fatik Wijaya yang merupakan ayah dari Kafi yang ikut mengantar lomba.

 

Kompetisi ini berlangsung sangat ketat karena tim robot dari madrasah lain juga menunjukkan performa yang luar biasa.  “Alhamdulillah robot Tim Tsandiesta dari MTs N 6 Sleman Yogyakarta yang notabene buatan sendiri dapat mengalahkan robot robot buatan pabrikan antara lain Fishertec, Lego dan MRT Robot dengan mengambil semua poin dan dapat melalui rintangan dengan mudah hanya dengan waktu 41 detik dari 4 menit waktu yang di tentukan,” pembimbing tim robot, M. Yudi menjelaskan tentang teknik lomba dari kategori yang dipilih oleh tim robot MTsN 6 Sleman. Akhirnya para juri menilai tim robot Tsandiesta mampu menggungguli tim robot MTs lain.

 

Dengan prestasi tersebut, tim Tsandiesta berhak membawa pulang hadiah berupa sertifikat, trophi dan uang pembinaan sebesar 18 Juta rupiah.  Dalam kategori Mobile Robot Ekspedisi ini, tim MTsN 6 Sleman mampu menggungguli tim robot MTs lain yang juga dikenal hebat yaitu tim robot MTsN Tanon Sragen, Jawa Tengah, yang mendapat juara 2 dengan hadiah sertifikat, trophi, dan uang pembinaan sebesar Rp14 juta dan MTsN 2 Pasuruan, Jawa Timur, yang mendapatkan hadiah  sertifikat, trophi, dan uang pembinaan sebesar Rp12 juta. Wajah kegembiaraan tidak hanya meliputi M. Dhesta dan Kafi namun juga seluruh keluarga besar MTsN 6 Sleman. Ketika ditanya harapannya setelah memenangkan kompetisi robot nasional, Dhesta dan Kafi menjawab serentak, “Mau ikut kontes robot international.” Sebuah harapan yang dibalut kepercayaan diri yang luar biasa.(luf)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.