Belajar Penyuluhan di Daerah Wisata, Kemenag Sleman Kunjungi NTB

Lombok – Sebanyak 42 orang terdiri atas Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, dan staf Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman melakukan studi banding ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kemenag Kota Mataram, Kamis-Ahad (1-4/12). Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Sleman, Drs. H. Zainal Abidin, M.Pd.I.

Hari pertama rombongan mengunjungi Pemprov NTB diterima oleh Asisten Gubernur Bidang Administrasi. Dalam kesempatan ini rombongan belajar dari kesuksesan NTB dalam menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk para guru ngaji dan imam masjid.

Usai shalat jumat, rombongan bertolak ke Kemenag Kota Mataram. Selain untuk belajar dan berdiskusi tentang metode penyuluhan di daerah wisata dan daerah majemuk yang telah dilakukan oleh Kemenag Kota Mataram, di sini rombongan juga ingin menggali peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Sedangkan para staf Kemenag Sleman bertukar wawasan tentang pelayanan haji dan umrah, penyelenggaraan syariah serta pengelolaan BOP KUA.

Rombongan juga berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Haramain asuhan Tuan Guru Haji (TGH) Hasanain Juani. Mengusung visi mencetak generasi yang mendunia, pondok pesantren ini memiliki keunikan yakni kepedulian mereka terhadap lingkungan. Terkenal dengan jargon, Dari Kitab Kuning ke Kitab Hijau, di tempat ini terdapat kegiatan pembibitan dan penanaman pohon. Sehingga berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan.

Selanjutnya rombongan berekreasi ke desa adat Sasak, pusat industri tenun tradisional dan Gili (Pulau) Trawangan. Gili Trawangan merupakan pulau kecil di luar Pulau Lombok. Memiliki pantai berpasir putih, cocok untuk lokasi renang dan snokling. Pulau ini juga memiliki keunikan karena tidak boleh ada sepeda motor, mobil dan alat transportasi bermesin lainnya. [brd/esp]