Isi Kegiatan Ramadhan, Siswa MTsN 8 Sleman Belajar Budaya Sungkem dan Janur

Kemenag Sleman (MTsN 8 Sleman) – MTsN 8 Sleman mengadakan kegiatan ‘Sungkem dan Janur’ (Sunur) di ruang kelas 9A, Rabu (28/04/2021). Kegiatan ini merupakan program dari Kementerian Agama Kabupaten Sleman, dengan tujuan agar siswa madrasah mencintai dan melestarikan budaya lokal serta memberikan bekal ketrampilan tentang kearifan lokal masyarakat Jawa sebagai upaya pembentukan karakter siswa.

Seperti pada tahun – tahun sebelumnya, kegiatan tersebut dilaksanakan di tengah – tengah bulan Ramadhan. Bedanya, pada tahun ini hanya beberapa siswa saja yang terlibat, mengingat kondisi pandemi.

 Koordinator kegiatan, Erwan Budiyanto, S.Pd. mengatakan kegiatan sunur kaya akan filosofi dan makna. Dirinya menjelaskan ketupat diyakini berasal dari kata ‘ngaku lepat’ yang artinya mengaku salah. Yang muda menyampaikan lepat (salah) demikian juga yang lebih tua akan ikhlas dan rela memberi maaf kepada yang lebih muda jika terjadi kesalahan.

Lebih lanjut, bungkus yang terbuat dari janur merupakan kepanjangan dari ‘sejatine nur’ (cahaya) yang melambangkan kondisi  manusia dalam keadaan suci setelah mendapatkan pencerahan (cahaya) selama Ramadhan.

Kegiatan pelatihan selanjutnya adalah sungkeman, yang dilakukan siswa menggunakan bahasa jawa halus sebagai manifestasi kearifan budaya lokal. Sungkem memiliki arti bakti dan hormat.

“Implementasi sungkeman adalah bentuk permintaan maaf yang mendalam dengan cara bersimpuh terhadap orang yang lebih tua atau dihormati. Sungkem menjadikan anak sadar untuk memperlakukan orangtua harus dihormati, karena seorang anak bukan apa-apa tanpa hadirnya orang tua,” ujar Erwan.(imm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *